Rabu, 14 Mei 2014

Performa Liverpool Musim 2013/2014

Liga Primer Inggris resmi berakhir tadi malam. Manchester City yang akhirnya bisa menjadi juara di musim ini, mengungguli Liverpool, Chelsea dan Arsenal di posisi berikutnya.

Namun Manchester City bisa dikatakan tak tampil dominan. Gelar juara bahkan harus ditentukan hingga akhir laga di musim ini.

Adalah Liverpool yang menjadi salah satu tim yang memberikan perlawanan sengit. Sejak awal musim hingga pekan ke-38, Liverpool terus membayangi, bahkan sempat memuncaki klasemen, hingga akhirnya terpeleset di pekan-pekan krusial.

Secara target, Liverpool sudah memenuhi ambisi mereka di awal musim, menembus zona Champions. Hanya saja, bonus tambahan, meraih titel Liga Primer Inggris, gagal diraih.


Performa Musim Ini

RAPOR LIVERPOOL - 2013/14
Posisi akhir: Peringkat 2 (Bermain di Liga Champions)
Poin: 84
Menang: 26
Imbang: 6
Kalah: 6
Gol memasukkan: 101
Gol kemasukan: 50
Clean Sheets: 10 (26,3%) clean sheets
Liverpool mengawali musim dengan baik. Stoke City dan Aston Villa menjadi korban, dan demikian juga Manchester United. Namun setelahnya, ada sedikit inkonsistensi permainan, yang membuat posisi Liverpool di klasemen mengalami fluktuasi.

Di bulan Desember, Liverpool menunjukkan tren menjanjikan. Norwich City, West Ham, Tottenham dan Cardiff City dibantai dengan skor telak. Hasil itu disebut menjadi modal bagus bagi Steven Gerrard dkk melakoni dua laga penting melawan rival utama Chelsea dan Manchester City. Namun Liverpool gagal memenuhi ekspektasi dan akhirnya kalah 2-1 secara beruntun.

Kekalahan dari Chelsea pada 29 Desember menjadi kekalahan terakhir Liverpool. Sepanjang 2014, The Kop sama sekali tak tersentuh kekalahan, yang membuat posisi mereka menunjukkan tren stabil dengan kecenderungan meningkat. Puncaknya adalah di pekan 32, dengan menundukkan Tottenham 4-0, yang membawa mereka memuncaki klasemen. Kemenangan 3-2 atas Manchester City membuka kans Liverpool menjadi juara.

Akan tetapi, di pekan 26, Liverpool takluk 2-0 di Anfield dari Chelsea. Situasi ini menjadi keuntungan tersendiri buat Citizen. Liverpool gagal bangkit di pekan berikutnya dan terpaksa mengakui kekalahan mereka dari City di balapan ke tangga juara tadi malam.

Pemain Terbaik

LUIS SUAREZ
Tampil: 32 Laga
Menit bermain: 2,874 menit
Gol: 31
Tendangan: 152
Assists: 12
Umpan silang: 59
Offside: 33
Pelanggaran: 54
Kartu kuning: 6
101 gol dilesakkan Liverpool di musim ini dan sepertiganya berasal dari pemain yang di enam laga pertama musim ini absen karena sanksi skors, Luis Suarez.

Sulit untuk tidak menghubungkan pemain Uruguay tersebut dengan sukses Liverpool di musim ini. Di saat Daniel Sturridge belum bisa menunjukkan konsistensi, Suarez maju sebagai andalan dan melesakkan 31 gol dan 12 assists, terbanyak kedua setelah Steven Gerrard dengan 13 assist.

Karena kontribusinya itu, sejumlah asosiasi menobatkan Luis Suarez sebagai pemain terbaik di musim ini. Tak bisa banyak dibantah mengingat Luis Suarez sudah memberikan banyak dan menjawab ekspektasi publik dengan sangat baik.

Momen Terbaik


Dua kemenangan atas Manchester United dan Tottenham Hotspur, dua raksasa Inggris, bisa menjadi salah satu momen terbaik di musim ini. Tapi, yang paling mengesankan adalah ketika menundukkan Manchester City di Anfield dengan skor 3-2.

Bukan hanya karena berujung pada torehan tiga angka, tapi juga membuka kans juara Liverpool pada saat itu. Steven Gerrard bahkan sangat antusias menyambut kemenangan tersebut dan melakukan team talk di tengah lapangan sesaat seusai laga.

Sayangnya, di momen-momen terakhir, terutama, semuanya menjadi musnah menyusul kekalahan dari Chelsea dan hasil seri melawan Crystal Palace.

Evaluasi Musim Ini


Sudah diakui Brendan Rodgers, kekurangan paling besar di timnya adalah pada sektor pertahanan. Lini belakang timnya dinilai tidak menunjukan kualitas tim papan atas Liga Primer Inggris.

Selain itu, kualitas antara tim utama dan cadangan memiliki perbedaan yang amat kentara. Dengan musim depan Liverpool menjalani kompetisi yang lebih padat, sudah sepatutnya Rodgers bisa menyeimbangkan tim, sehingga memudahkannya melakukan rotasi pemain untuk menghindari kelelahan.

Selain itu, mendatangkan pemain yang tepat bisa menjadi momen kunci untuk Liverpool menyudahi dahaga gelar juara mereka di musim depan.

Namun demikian, pertanyaan apakah Liverpool bisa menyatakan musim ini berakhir dengan happy ending atau tidak, sepertinya harus dilihat target awal mereka. Dengan fokus menembus zona Liga Champions, bukannya meraih gelar juara, Liverpool boleh merayakan musim ini sebagai suatu keberhasilan.

Senin, 12 Mei 2014

Tempat-tempat Wisata Bantaeng

  Permandian Alam Eremerasa ( Ermes )

      Terletak di desa kampala,kecamatan eremerasa,sekitar 16km dari kota Bantaeng dengan melewati jalan aspal yang sesekali menanjak dan sepanjang perjalanan mata akan di manjakan dengan pemandangan hamparan sawah dan hijaunya alam Bantaeng. selain itu,anda juga dapat melihat rumah-rumah panggung milik penduduk sekitar di areal persawahan
Di sekitar permadian tersebut udara terasa sejuk itu dikarenakan berada di daerah ketinggian,disini terdapat  dua buah kolam renang yang masing-masing kolam untuk dewasa dan anak-anak, dan yang membuat air di kolam terasa sejuk bagaikan air dari kulkas itu karena airnya langsung teraliri dari perut sebuah bukit yang berada tepat disisi kolam.
Selain mandi di kolam, aktivitas mandi juga bisa dilakukan disebuah aliran air yang terbentuk karena aliran air yang keluar langsung dari akar-akar pohon besar yang telah berumur ratusan tahun yang berada di sekitar kolam.

Pantai Marina
       Terletak di Desa Baruga, Kecamatan Pajukukang, sekitar 18 kilometer dan Kota Bantaeng. Perjalanan menuju ke sana dapat ditempuh sekitar 30 menit, melewati jalan poros Bantaeng ke arah Kabupaten Bulukumba. Pantai pasir putih ini terletak tidak jauh dari jalan raya.
Pengunjung dapat menggunakan mobil ataupun motor untuk menuju tempat tersebut.Dari jalan raya terdapat jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor yang jaraknya tak lebih dari 1km dari jalan poros Bantaeng ke arah Bulukumba tapi jika anda kelelahan,lapar ataupun haus dalam perjalanan anda dapat beristrahat di tempat persinggahan ataupun Pusat jajanan yang terletak di depan sebelum gerbang loket masuk Pantai marina.
Di tempat tersebut anda dapat melakukan berbagai aktivitas pantai seperti berjemur, olahraga pantai dan berenang.Selain itu, disini juga terdapat penginapan, dan lapangan tenis.

Air Terjun Bissappu
        Terletak di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, sekitar 5 kilometer dan Kota Bantaeng. Perjalanan menuju ke sana dapat ditempuh sekitar 15 menit, melewati jalan aspal dengan tanjakan berkelok-kelok.
Perjalanan menuju ke sana sebaiknya dilakukan di waktu pagi atau sebelurn siang hari. Di sepanjang jalan, anda dapat merasakan udara sejuk dengan pemandangan alam berupa pepohonan hijau di kanan-kiri jalan. Setelah tiba di lokasi tujuan wisata, anda dapat menyaksikan pohon jati di sekitar air terjun.
Untuk dapat melihat air terjun, pengunjung harus berjalan melewati anak tangga yang bersusun ke bawah.



Hutan Wisata Gunung Loka & Resort Outbond
        Terletak di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, sekitar 24 kilometer dari Kota Bantaeng. Perjalanan menuju ke sana dapat ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 90 menit, melewati Kecamatan Bissappu. Dapat dijadikan sebagai tempat wisata keluarga favorit yang dapat mengajarkan kepada anak-anak tentang tanaman sayuran seperti Kubis, Wortel, Kentang, Bawang serta buah-buahan seperti Stroberi, Apel, dan Paprika.


Pantai Seruni

        Terletak di Kelurahan Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng, berada dalam Kota Bantaeng. Perjalanan menuju ke sana dapat ditempuh sekitar 5 menit, melewati jalan poros. Di sini ada dermaga sebagai tempat berlabuhnya perahu-perahu nelayan atau perahu yang membawa barang.
Dermaga dengan konstruksi kayu itu menjadi tempat bersantai para anak muda di waktu sore han. Di dekatnya terdapat cafetaria, tempat yang menjual makanan dan minuman ringan serta menyajikan musik.
Sepanjang pantai terdapat tempat duduk yang terbuat dari tembok yng memanjang dari timur ke barat dan setiap sore muda mudi bantaeng banyak yang duduk disini sambil menanti matahari terbenam(sunset) yang dapat dijumpai setiap hari.Selain itu, tiap sabtu sore hingga malam minggu tempat ini di ramaikan dengan para pedagang yang menjajakan barang dagangannya mulai dari barang yang baru hingga barabg bekas atau yang dikenal masyarakat sekitar dengan cakar dan sepanjang pantai berjejer rumah makan jika anda merasa lapar.

Profil Bupati Bantaeng Periode 2013-2018

  
 
 
 
Nama                           :   Prof. DR. Ir. H. M. NURDIN ABDULLAH, M.Agr
Tempat, Tgl Lahir       :   Pare – Pare, 07 Februari 1963
Jabatan                         :   Bupati Bantaeng
NIP                              :   131 756 025 / 19630207 198710 1 001
Agama                         :   Islam
Kawin                          :   11 Januari 1986


I.   RIWAYAT PENDIDIKAN  :

A.  Pendidikan Formal  ;

S1 Fakultas Pertanian dan Kehutanan UNHAS Tahun 1986
S2 Master of Agriculture Kyushu University Jepang Tahun 1991
S3 Doktor of Agriculture Kyushu University Jepang Tahun 1994

B.  Pendidikan / Latihan Jabatan  ;

Pra Jabatan Tahun 1987
Forum Konsolidasi Pimpinan Penyelenggara Daerah – Angkatan IV –  Lemhannas RI Tahun 2010

II.   RIWAYAT PEKERJAAN :
 

      1. Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin
      2. Presiden Direktur PT. Maruki Internasional Indonesia
      3. President Director of Global Seafood Japan
      4. Director of Kyushu Medical Co. Ltd. Japan
      5. Owner Hakata Tour & Travel
      6. Dewan Penyantun Politeknik Negeri Makassar
      7. Bupati Bantaeng, Masa Bakti 2008 – 2013

IV.  RIWAYAT ORGANISASI :


      1. Ketua Persatuan Alumni dari Jepang – Sulawesi Selatan
      2. Ketua Umum Masyarakat Perhutanan Indonesia Reformasi Sulawesi Selatan
      3. Ketua Umum Persatuan Sarjana Kehutanan Sulawesi Selatan
      4. Ketua Yayasan Maruki Makassar
      5. Ketua Badan Majelis Jami’ah Yayasan Perguruan Islam Athirah Bukit  Baruga
      6. Ketua Komite SMPN 11 Makassar
      7. Ketua Komite SDN Kapasa Makassar
      8. Ketua SD Inpres Kapasa Makassar
      9. Ketua Umum KONI Kabupaten Bantaeng
    10. Badan Penasehat PGRI Kabupaten Bantaeng
    11. Wakil Ketua APKASI, 2010 – Sekarang
    12. Koordinator Wilayah APKASI Propinsi Sulawesi Selatan, 2010 – Sekarang

V.   PENGHARGAAN YANG PERNAH DITERIMA :

  • Piagam Penghargaan dari Presiden RI Bidang Pertanian, Januari 2009
  • Medali/Piagam Penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan atas Kepeduliaan terhadap Wajib Belajar 12 Tahun, Maret 2009
  • Sertifikat Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Juni 2009
  • Piagam Penghargaan Agro Inovasi 2009, Kategori Agro Inovasi Peningkatan Adopsi Teknologi, Agustus 2009
  • Piagam Penghargaan Perpamsi Award dari Dewan Pengurus Pusat PERPAMSI,2009
  • Piagam dan Medali dari Kejaksaan Agung RI terhadap Kepeduliaan Pengelolaan dan Pengembangan Kantin Kejujuran di Kabupaten Bantaeng, 2010
  • Peniti Emas dari KTNA Propinsi Sulawesi Selatan Terhadap Pengembangan Produksi Hasil Pertanian, 2010
  • Anugerah Piala Adipura Kategori Kota Kecil Tahun 2010
  • Penghargaan sebagai Warga Kehormatan Batalyon Infanteri 726 / Tamalatea Tahun 2010
  • Piagam / Sertifikat sebagai Pemateri Talkshow Pendidikan se Sulawesi Selatan oleh
  • Isradi Community dan Radar Bulukumba, Tahun 2010
  • Piagam Penghargaan dari Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Propinsi Sulawesi
  • Selatan  atas Peran dan Dukungannya Mengembangkan Minat Baca serta Merintis
  • TBM Sayang Buku Ibu Suka Membaca di Kabupaten Bantaeng, Tahun 2010
  • Anugerah KOPEL AWARD dari KOPEL SULAWESI di Makassar, Tahun 2010
  • Piagam Penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan atas Partisipasinya pada Kegiatan  Kerja Bakti dan Penanaman Pohon Serentak se Propinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 22 Maret 2010
  • Penghargaa Adipura Tahun 2012
  • Penghargaan Pelayanan Kesehatan Oleh Mentri Kesehatan RI 2012

Sejarah Bantaeng

MASA KERAJAAN

Pada masa Kerajaan Bantaeng rakyat dipimpin oleh seorang Raja dengan gelar Karaeng, yang mana pada saat itu memiliki kekuasaan yang sangat besar di daerah ini, ada beberapa karaeang yang pernah memerintah di daerah ini yaitu :
    Bantayan pada awalnya sebagai Kerajaan yakni tahun 1254 - 1293 yang mana diperintah oleh Mula Tau yang bergelar To Toa yang memimpin Kerajaan Bantaeng yang terdiri dari 7 Kawasan yang masing diantaranya dipimpin oleh Karaeng, yaitu Kare Onto, Kare Bissampole, Kare Sinoa, Kare Gantarang Keke, Kare Mamampang, Kare Katampang dan Kare Lawi-Lawi, yang semua Kare tersebut dikenal dengan nama “Tau Tujua”

Sesudah Mula Tau, maka Raja kedua yang memerintah yaitu Raja Massaniaga pada tahun 1293.
    Pada tahun 1293 - 1332 dipimpin oleh To Manurung atau yang bergelar Karaeng Loeya.
    Tahun 1332 - 1362 dipimpin oleh Massaniaga Maratung.
    Tahun 1368 - 1397 dipimpin oleh Maradiya.
    Tahun 1397 - 1425 dipimpin oleh Massanigaya.
    Tahun 1425 - 1453 dipimpin oleh I Janggong yang bergelar Karaeng Loeya.
    Tahun 1453 - 1482 dipimpin oleh Massaniga Karaeng Bangsa Niaga.
    Tahun 1482 - 1509 dipimpin oleh Daengta Karaeng Putu Dala atau disebut Punta Dolangang.
    Tahun 1509 - 1532 dipimpin oleh Daengta Karaeng Pueya.
    Tahun 1532 - 1560 dipimpin oleh Daengta Karaeng Dewata.
    Tahun 1560 - 1576 dipimpin oleh I Buce Karaeng Bondeng Tuni Tambanga.
    Tahun 1576 - 1590 dipimpin oleh I Marawang Karaeng Barrang Tumaparisika Bokona.
    Tahun 1590 - 1620 dipimpin oleh Massakirang Daeng Mamangung Karaeng Majjombea Matinroa ri Jalanjang Latenri Rua.
    Tahun 1620 - 1652 dipimpin oleh Daengta Karaeng Bonang yang bergelar Karaeng Loeya.
    Tahun 1652 - 1670 dipimpin oleh Daengta Karaeng Baso To Ilanga ri Tamallangnge.
    Tahun 1670 - 1672 dipimpin oleh Mangkawani Daeng Talele.
    Tahun 1672 - 1687 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Baso ( kedua kalinya ).
    Tahun 1687 - 1724 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Ngalle.
    Tahun 1724 - 1756 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Manangkasi.
    Tahun 1756 - 1787 dipimpin oleh Daeng Ta Karaeng Loka.
    Tahun 1787 - 1825 dipimpin oleh Ibagala Daeng Mangnguluang Tunijalloka ri Kajang.
    Tahun 1825 - 1826 dipimpin oleh La Tjalleng To Mangnguliling Karaeng Tallu Dongkonga ri Bantaeng yang bergelar Karaeng Loeya ri Lembang.
    Tahun 1826 - 1830 dipimpin oleh Daeng To Nace ( Janda Permaisuri, Kr. Bagala Dg. Mangnguluang Tunijalloka ri Kajang ).
    Tahun 1830 - 1850 dipimpin oleh Mappaumba Daeng To Magassing.
    Tahun 1850 - 1860 dipimpin oleh Daeng To Pasaurang.
    Tahun 1860 - 1866 dipimpin oleh Karaeng Basunu.
    Tahun 1866 - 1877 dipimpin oleh Karaeng Butung.
    Tahun 1877 - 1913 dipimpin oleh Karaeng Panawang.
    Tahun 1913 - 1933 dipimpin oleh Karaeng Pawiloi.
    Tahun 1933 - 1939 dipimpin oleh Karaeng Mangkala.
    Tahun 1939 - 1945 dipimpin oleh Karaeng Andi Mannapiang.
    Tahun 1945 - 1950 dipimpin oleh Karaeng Pawiloi (kedua kalinya).
    Tahun 1950 - 1952 dipimpin oleh Karaeng Andi Mannapiang (kedua kalinya).
    Tahun 1952 - Karaeng Massoelle ( sebagai pelaksana tugas ).
Pemerintah Masa Kerajaan ini berlangsung sejak abad XII dan berakhir pada masa sesudah kemerdekaan, dan dalam penyelenggaraan pemerintahan Kerajaan itu berlangsung pula birokrasi pemerintahan Hindia Belanda secara bersama-sama .

MASA PEMERINTAHAN HINDIA BELANDA

Pemerintahan birokrasi secara resmi dimulai ketika Pemerintahan Hindia BElanda sejak tanggal 14 November 1737 menempatkan basis pemerintahan dengan status Afdeeling yang membawahi beberapa wilayah Onder Afdeeling yang berpusat di Bantaeng, dengan pejabat pementahannya dsebut Residen Gezaghebber yang setingkat dengan Bupati sekarang ini.
Pusat Pemerintahan diwilayah selatan ini sangat strategis sebagai pusat niaga, dimana Bhontain memiliki bandar pelabuah yang maju sejak Kerajaan Singosari dan Majapahit dimasa lalu dan bekas Kantor Residen Kepala Afdeeling Bonthain masih dapat dilihat Markas KODIM 1410 sekarang dan Kantor Pemerintahan Negara ( KPN ) sebagai Onder Afdeeling Bonthain digunakan Kantor Polsek Bantaeng saat ini.

Sejak tahun 1727 hingga tahun 1941 tercatat 90 kali pergantian pejabat pemerintahan denga Residen pertama bernama Camerling seorang Belanda yang ditugaskan oleh Belanda sebgai pejabat pemerintahan di dua daerah, yakni Bhontain dan Bulukumba. Kemudian sejak tahun 1893 keresidenan diperluas dengan bergabungnya daerah Binamu ( Jeneponto ), dan selanjutnya sejak tahun 1910 Afdeling Bonthain ketika Jepang menguasai Asia dan menjajah Indonesia pada tahun 1942, maka berakhirlah pemerintahan Hindia Belanda

MASA PEMERINTAHAN JEPANG

Ketika Belanda menyedah kepada Jepang pada tahun 1942, pemerintahan Jepang menguasai Bantaeng hingga tahun 1945 pusat pemerintahan ada di Makassar denga pejabat pemerintahan Jepang bernama Yamashita, yang meliputi seluruh daerah bagian selatan termasuk Bantaeng.
Dalam masa pemerintahan Jepang, banyak pejuang didaerah ini ikut serta bersatu padu dengan pejuang didaerah lain utnuk mewujudkan kemerdekaan Bangsa terutama menghadapi kekejaman penjajah Jepang di Indonesia.

MASA PEMERINTAHAN NIT DAN RIS

Pada saat pemerintahan peralihan , khususnya setelah berdirinya Negara Indonesi Timur dan Republik Indonesia Serikat, maka disusunlah pemerintahan baru dengan putera -putera Indonesia asli sebagai pejabat. Untuk pertama kalinya di daerah ini , seorang pejabat pribumi memimpin pemerintahan dengan jabatan Boofd Beestutrs Hoofd, yakni :

Abdurrachman Daeng Mamangung pada tahun 1949 - 1950
Mohammad Ali tahun 1950

Andi Sultan Daeng Radja tahun 1950 - 1951, yang kemudian menjabat kepala Afdeeling dengan tetap membawahi Onder Afdeeling Bonthain, Bulukumba dan Selayar.
Abdul Latief Daeng Massiki kemudian menggantikan sementara tahun 1951, ketika Andi Sultan Daeng Radja harus berangkat ke Jakarta sebagai salah seorang wakil Sulawesi ketika menyatakan tekad dan dukungan kepada pemerintah Republik Indonesia dan mnunjuk Dr. Sam Ratulangi sebagai Gubernur Sulawesi .

MASA TERBENTUKNA KABUPATEN DAERAH TK. II BANTAENG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 29 TAHUN 1959

Berdasarkan Undang-undang nomor 29 tahun 1959 tentang pembentukan daerah-daerah tingkat II di Sulawesi , maka status Bonthain sebagai daerah Afdeeling berakhir dan selanjutnya menjadi Kabupaten Daerah Tingkat I Bonthain. Pada tahun itu juga, maka nama Bonthain berubah menjadi Bantaeng dengan alas an nama itu tidak sesuai dengan alasan kemerdekaan , karena nama Bonthain berbau ciptaan Belanda.

Sebagai Bupati Kepala Daerah yang pertama ditunjuk adalah sebagai berikut :
1. A. Rivai Bulu yang dilantik pada tanggal 1 Februari 1960 oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan hingga tahun 1965
2. Aru Saleh tahun 1965 sampai tahun 1966 menjabat Kepala Daerah sementara.
3. Haji. Solthan tahun 1966 sampai tahun 1971 berdasarkan hasil pemilihan secara Demokratisyang pertama kali dilaksanakan didaerah ini melalui DPR, Haji Solthan kemudian memasuki masa jabatan kedua tahun 1971 sampai tahun 1978
4. Drs. Haji Darwis Wahab selanjutnya terpilih menjadi Bupati Kepala Daerah tahun 1978 sampai tahun 1982 dan dilanjutkan pda masa jabatan kedua tahun 1982 sampai tahun 1988.
5. Drs. H. Malingkai Maknun menjabat Bupati KEpala Darah tahun 1988 sampai tahun 1993.
6. Drs. HM. Said Saggaf, M.Si. tahun 1993 sampai tahun 1998.
7. Drs. H. Asikin Solthan. M.Si. tahun 1998 sampai tahun 2003, dilanjut masa jabatan kedua kalinya Tahun 2003 sampai tahun 2008. Perlu diketahui bahwa Drs. H. Azikin Sulthan . M.Si. adalah sebagai Bupati Kepala Daerah pertama pada era reformasi hingga memauki berlakunya undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah yang merubah status sebagai daerah Otonomi.

Maka pada tangga 25 Juni 208 terjadi sejarah baru di daerah Bantaeng yakni diberlakukannya Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 dimana dilaksankan pemilihan Pemimin Pemerintahan oleh Rakyat tanpa terwakili DPRD maka pada saat tula hanya empat pasangan putra terbaik di ilih rakyat yang diusung oleh sejumlah partai yang duduk di parlemen sebagai wakil rakyat telah menempatkan yakni :
1 Drs. H. Syahan Solthan, M.Si.
2 DR. Ir. HM. Nurdin Abduah, M.Agr.
3 Ir. H. Arfandi Idris, S.H
4 H. Ibrahim Solthan, S.Sos.
Namun dalam elaksanaan Pesta Demikrasi Rakyat Banaeng yang ditentukan 127 ribu suara rakyat dengan tingkat ersentasi sebesar 46 persen, maka dengan secara otomatis DR. Ir. HM. Nurdin Abdullah, M.Agr. adaah terpilih sebagai pemimpin Bantaeng periode 2008 sampai tahun 2013.

Jumat, 09 Mei 2014

Makalah Hubungan Antara Kebakaran Hutan dan Pemanasan Global



MAKALAH

HUBUNGAN ANTARA KEBAKARAN HUTAN DAN PEMANASAN GLOBAL







DI SUSUN OLEH :

Zulfikar Abdul Gani (11)
Andi Muh. Imran Muchtar (15)

KELAS XII.A

SMK KEHUTANAN MAKASSAR
T.A. 2013/2014


KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul” Hubungan Antara Kebakaran Hutan Dan Pemanasan Global”. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Makassar, Mei 2014

Penyusun

                                                                                                                                                              















BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Latar belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang telah diberikan oleh guru pengajar. Makalah ini membahas tentang hubungan Kebakaran hutan dan Pemanasan global. Kebakaran hutan banyak menimbulkan dampak negatif seperti hilangnya habitat para hewan banyak kayu yang terbuang sia-sia dan dampak yang paling buruk adalah pemanasan global. Makalah ini disusun berdasarkan tentang perbincangan yang sedang hangat dibicarakan oleh dunia mengenai pemansan global yang menjadi bencana dunia yang harus kita hadapi bersama-sama. Pemanasan global belum menemukan titik terang dalam penanggulangannya tetapi sudah banyak usah-usaha yang kita lakukan dalam mengatasi pemanasan global. Untuk itu dengan di buatnya makalah ini kami berharap agar dapat di gunakan sebaik mungkin dalam mengatasi masalah kebakaran hutan dan pemanasan global.

           





B.     Rumusan Masalah
1.      Apa hubungan kebakaran hutan dengan pemanasan global ?
2.      Kenapa kebakaran hutan bisa menyebabkan pemanasan global ?
3.      Solusi mengatasi kebakaran hutan dan pemanasan global ?










BAB II

PEMBAHASAN

1.       Pengertian Kebakaran Hutan dan Pemanasan Global

Kebakaran Hutan merupakan suatu faktor lingkungan dari api yang memberikan pengaruh terhadap hutan, menimbulkan dampak negatif maupun positif. Kebakaran Hutan yang terjadi adalah akibat ulah manusia maupun faktor alam. Penyebab Kebakaran Hutan yang terbanyak karena tindakan dan kelalaian manusia. Ada yang menyebutkan hampir 90% Kebakaran Hutan disebabkan oleh manusia sedangkan hanya 10% yang disebabkan oleh alam.

Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.

2.       Hubungan Kebakaran Hutan dengan Pemanasan Global

Kebakaran hutan itu  menghasilkan gas CO2 yang kemudian akan terangkat ke atmosfer bumi, nah di atmosfer bumi itu, CO2 akan memerangkap panas radiasi matahari, dimana panas dari matahari ini malah akan di pantulkan kembali ke bumi sehingga bumi menajdi panas suhunya.
Juga pemanasan global menyebabkan kebakaran hutan.
pemanasan global meningkatkan suhu rata2 udara, laut dan daratan. hutan menjadi kering dan kemudian terbakar oleh udara yg panas.

3.       Kebakaran Hutan sebagai Penyebab Pemanasan Global

Sebenarnya tidak hanya hutan, tapi semua bahan organik mengandung karbon tersimpan.
jumlah karbon tersimpan pada bahan organik rata2 berkisar 46 % berat keringnya. jadi kalo ada sebatang pohon dengan diameter 45 cm, dihitung biomassanya sesuai dengan volume dan berat jenis, maka dapat diperkirakan biomassanya sekitar 25879 kg. klo pohon ini terbakar maka akan terlepas karbon ke udara bebas sekitar 10 ton karbon.



Kasus yang berbeda bila terjadi kebakaran pada lahan gambut. Lahan gambut merupakan suatu ekosistem lahan basah yang dibentuk oleh adanya penimbunan/akumulasi bahan organik di lantai hutan yang berasal dari reruntuhan vegetasi di atasnya dalam kurun waktu lama. Akumulasi ini terjadi karena lambatnya laju dekomposisi dibandingkan dengan laju penimbunan bahan organic di lantai hutan yang basah/tergenang tersebut. Seperti gambut tropis lainnya, gambut di Indonesia dibentuk oleh akumulasi residu vegetasi tropis yang kaya akan kandungan lignin dan nitrogen. Karena lambatnya proses dekomposisi, di ekosistem rawa gambut masih dapat dijumpai batang, cabang dan akar besar.

Secara global lahan gambut menyimpan sekitar 329 - 525 giga ton (Gt) karbon atau 15-35 % dari total karbon terestris. Sekitar 86 % (455 Gt) dari Karbon di lahan gambut tersebut tersimpan di daerah temperate (Kanada dan Rusia) sedangkan sisanya sekitar 14 % (70 Gt) terdapat di daerah tropis. (Murdiyarso et al, 2004). Cadangan karbon yang besar ini pulalah yang menyebabkan tinggginya jumlah karbon yang dilepaskan ke atmosfer ketika lahan gambut di Indonesia terbakar pada tahun 1997, yang berkisar antara 0,81-2,57 Gt (Page, 2002). Sementara itu, pendugaan emisi yang dilakukan di lahan gambut di sekitar Taman Nasional Berbak, Sumatera menunjukan angka sebesar 7 juta ton karbon (Murdiyarso et al., 2004). Dengan demikian, gambut memiliki peran yang cukup besar sebagai penjaga iklim global. Apabila gambut tersebut terbakar atau mengalami kerusakan, materi ini akan mengeluarkan gas terutama CO2, N2O dan CH4 ke udara dan siap menjadi perubah iklim dunia.

Intinya, setiap aktivitas pembakaran akan melepaskan karbon ke udara. demikian juga dengan pembakaran sampah rumah tangga, pembakaran bbm untuk rumah tangga, industri, mesin, kendaraan, dll juga akan menyumbang karbon ke udara. dan menambah jumlah gas rumah kaca yang pada akhirnya memicu percepatan pemanasan global

Pemanasan global terjadi ketika ada konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal dengan gas rumah kaca, yg terus bertambah di udara, hal tersebut disebabkan oleh tindakan manusia, kegiatan industri, khususnya CO2 dan chlorofluorocarbon. Yang terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan oleh penggunaan batubara, minyak bumi, gas dan penggundulan hutan serta pembakaran hutan.






Asam nitrat dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industri, sedangkan emisi metan disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian. Chlorofluorocarbon CFCs merusak lapisan ozon seperti juga gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global, tetapi sekarang dihapus dalam Protokol Montreal. Karbon dioksida, chlorofluorocarbon, metan, asam nitrat adalah gas-gas polutif yang terakumulasi di udara dan menyaring banyak panas dari matahari. Sementara lautan dan vegetasi menangkap banyak CO2, kemampuannya untuk menjadi “atap” sekarang berlebihan akibat emisi. Ini berarti bahwa setiap tahun, jumlah akumulatif dari gas rumah kaca yang berada di udara bertambah dan itu berarti mempercepat pemanasan global.

Sepanjang seratus tahun ini konsumsi energi dunia bertambah secara spektakuler. Sekitar 70% energi dipakai oleh negara-negara maju; dan 78% dari energi tersebut berasal dari bahan bakar fosil. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan yang mengakibatkan sejumlah wilayah terkuras habis dan yang lainnya mereguk keuntungan. Sementara itu, jumlah dana untuk pemanfaatan energi yang tak dapat habis (matahari, angin, biogas, air, khususnya hidro mini dan makro), yang dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, baik di negara maju maupun miskin tetaplah rendah, dalam perbandingan dengan bantuan keuangan dan investasi yang dialokasikan untuk bahan bakar fosil dan energi nuklir.

Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon, menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah.

4.       Dampak Kebakaran Hutan terhadap Pemanasan Global dan aspek-aspek penting lainnya

Dampak yang ditimbulkan kebakaran hutan ternyata sangat kompleks. Kebakaran hutan tidak hanya berdampak terhadap ekologi dan mengakibatkan kerusakan lingkungan saja. Namun dampak dari kebakaran hutan ternyata mencakup bidang-bidang lain.
Menurut Rully Syumanda (2003), menyebutkan ada 4 aspek yang terindikasi sebagai dampak dari kebakaran hutan. Keempat dampak tersebut mencakup dampak terhadap kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi, dampak terhadap ekologis dan kerusakan lingkungan, dampak terhadap hubungan antar negara, serta dampak terhadap perhubungan dan pariwisata.


Dampak Terhadap Sosial, Budaya, dan Ekonomi.
Kebakaran hutan memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi yang diantaranya meliputi:
  1. Terganggunya aktivitas sehari-hari; Asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan secara otomatis mengganggu aktivitas manusia sehari-hari, apalagi bagi yang aktivitasnya dilakukan di luar ruangan.
  2. Menurunnya produktivitas; Terganggunya aktivitas manusia akibat kebakaran hutan dapat mempengaruhi produktivitas dan penghasilan.
  3. Hilangnya sejumlah mata pencaharian masyarakat di dan sekitar hutan; Selain itu, bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari mengolah hasil hutan, dengan terbakarnya hutan berarti hilang pula area kerja (mata pencarian).
  4. Meningkatnya hama; Kebakaran hutan akan memusnahkan sebagian spesies dan merusak kesimbangan alam sehingga spesies-spesies yang berpotensi menjadi hama tidak terkontrol. Selain itu, terbakarnya hutan akan membuat sebagian binatang kehilangan habitat yang kemudian memaksa mereka untuk keluar dari hutan dan menjadi hama seperti gajah, monyet, dan binatang lain.
  5. Terganggunya kesehatan; Kebakaran hutan berakibat pada pencemaran udara oleh debu, gas SOx, NOx, COx, dan lain-lain dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia, antara lain infeksi saluran pernafasan, sesak nafas, iritasi kulit, iritasi mata, dan lain-lain.
  6. Tersedotnya anggaran negara; Setiap tahunnya diperlukan biaya yang besar untuk menangani (menghentikan) kebakaran hutan. Pun untuk merehabilitasi hutan yang terbakar serta berbagai dampak lain semisal kesehatan masyarakat dan bencana alam yang diambilkan dari kas negara.
  7. Menurunnya devisa negara. Hutan telah menjadi salah satu sumber devisa negara baik dari kayu maupun produk-produk non kayu lainnya, termasuk pariwisata. Dengan terbakarnya hutan sumber devisa akan musnah. Selain itu, menurunnya produktivitas akibat kebakaran hutan pun pada akhirnya berpengaruh pada devisa negara.




Dampak Terhadap Ekologis dan Kerusakan Lingkungan.
Kebakaran hutan memberikan dampak langsung terhadap ekologi dan lingkungan yang diantaranya adalah:
  1. Hilangnya sejumlah spesies; selain membakar aneka flora, kebakaran hutan juga mengancam kelangsungan hidup sejumlah binatang. Bebrabagai spesies endemik (tumbuhan maupun hewan) terancam punah akibat kebakaran hutan.
  2. Erosi; Hutan dengan tanamannya berfungsi sebagai penahan erosi. Ketika tanaman musnah akibat kebakaran hutan akan menyisakan lahan hutan yang mudah terkena erosi baik oleh air hujan bahkan angin sekalipun.
  3. Alih fungsi hutan; Kawasan hutan yang terbakar membutuhkan waktu yang lama untuk kembali menjadi hutan. Bahkan sering kali hutan mengalami perubahan peruntukan menjadi perkebunan atau padang ilalang.
  4. Penurunan kualitas air; Salah satu fungsi ekologis hutan adalah dalam daur hidrologis. Terbakarnya hutan memberikan dampak hilangnya kemampuan hutan menyerap dan menyimpan air hujan.
  5. Pemanasan global; Kebakaran hutan menghasilkan asap dan gas CO2 dan gas lainnya. Selain itu, dengan terbakarnya hutan akan menurunkan kemampuan hutan sebagai penyimpan karbon. Keduanya berpengaruh besar pada perubahan iklim dan pemansan global.
  6. Sendimentasi sungai; Debu dan sisa pembakaran yang terbawa erosi akan mengendap di sungai dan menimbulkan pendangkalan.
  7. Meningkatnya bencana alam; Terganggunya fungsi ekologi hutan akibat kebakaran hutan membuat intensitas bencana alam (banjir, tanah longsor, dan kekeringan) meningkat.
Dampak Terhadap Hubungan Antar Negara.
Asap hasil kebakaran hutan menjadi masalah serius bukan hanya di daerah sekitar hutan saja. Asap terbawa angin hingga ke daerah lain bahkan mencapai berbagai negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Dampak Terhadap Perhubungan dan Pariwisata.
Kebakaran hutan pun berdampak pada pariwisata baik secara langsung ataupun tidak. Dampaknya seperti ditutupnya obyek wisata hutan dan berbagai sarana pendukungnya, terganggunya transportasi, terutama transportasi udara. Kesemunya berakibat pada penurunan tingkat wisatawan secara nasional.
Mengingat sedemikian kompleknya dampak yang diakibatkan oleh kebakaran hutan sudah selayaknya kita semua mewaspadai. Sekalipun tinggal jauh dari hutan, menumbuhkan kesadaran akan bahaya kebakaran hutan mungkin salah satunya.
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir.

Dampak-dampak lainnya :

· Musnahnya berbagai jenis keanekragaman hayati


· Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir

· Mencairnya es dan glasier di kutub

· Meningkatnya jumlah tanah kering yang potensial menjadi gurun karena kekeringan yang berkepanjangan

· Kenaikan permukaan laut hingga menyebabkan banjir yang luas. Pada tahun 2100 diperkirakan permukaan air laut naik hingga 15 - 95 cm.

· Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia

· Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan

· Menyebarnya penyakit-penyakit tropis, seperti malaria, ke daerah-daerah baru karena bertambahnya populasi serangga (nyamuk)
· Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian
5.       Solusi Kebakaran Hutan dan Pemanasan Global

Cara Mencegah Kebakaran Hutan

1. Mapping : pembuatan peta kerawanan hutan di wilayah teritorialnya masing-masing. Fungsi ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, namun yang lazim digunakan adalah 3 cara berikut:
• pemetaan daerah rawan yang dibuat berdasarkan hasil olah data dari masa lalu
maupun hasil prediksi
• pemetaan daerah rawan yang dibuat seiring dengan adanya survai desa (Partisipatory Rural Appraisal)
• pemetaan daerah rawan dengan menggunakan Global Positioning System atau citra satelit
2. Informasi : penyediaan sistem informasi kebakaran hutan.
Hal ini bisa dilakukan dengan pembuatan sistem deteksi dini (early warning system) di setiap tingkat. Deteksi dini dapat dilaksanakan dengan 2 cara berikut :
• analisis kondisi ekologis, sosial, dan ekonomi suatu wilayah
• pengolahan data hasil pengintaian petugas
3. Sosialisasi : pengadaan penyuluhan, pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat. Penyuluhan dimaksudkan agar menginformasikan kepada masyarakat di setiap wilayah mengenai bahaya dan dampak, serta peran aktivitas manusia yang
seringkali memicu dan menyebabkan kebakaran hutan. Penyuluhan juga bisa menginformasikan kepada masayarakat mengenai daerah mana saja yang rawan terhadap kebakaran dan upaya pencegahannya.
Pembinaan merupakan kegiatan yang mengajak masyarakat untuk dapat meminimalkan intensitas terjadinya kebakaran hutan.
Sementara, pelatihan bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar wilayah rawan kebakaran hutan,untuk melakukan tindakan awal dalam merespon kebakaran hutan.





4. Standardisasi : pembuatan dan penggunaan SOP (Standard Operating Procedure)
Untuk memudahkan tercapainya pelaksanaan program pencegahan kebakaran hutan maupun efektivitas dalam penanganan kebakaran hutan, diperlukan standar yang baku dalam berbagai hal berikut :
• Metode pelaporan
Untuk menjamin adanya konsistensi dan keberlanjutan data yang masuk, khususnya data yang berkaitan dengan kebakaran hutan, harus diterapkan sistem pelaporan yang sederhana dan mudah dimengerti masyarakat. Ketika data yang masuk sudah lancar, diperlukan analisis yang tepat sehingga bisa dijadikan sebuah dasar untuk kebijakan yang tepat.

• Peralatan
Standar minimal peralatan yang harus dimiliki oleh setiap daerah harus bisa diterapkan oleh pemerintah, meskipun standar ini bisa disesuaikan kembali sehubungan dengan potensi terjadinya kebakaran hutan, fasilitas pendukung, dan sumber daya manusia yang tersedia di daerah.

• Metode Pelatihan untuk Penanganan Kebakaran Hutan
Standardisasi ini perlu dilakukan untuk membentuk petugas penanganan kebakaran yang efisien dan efektif dalam mencegah maupun menangani kebakaran hutan yang terjadi. Adanya standardisasi ini akan memudahkan petugas penanganan kebakaran untuk segera mengambil inisiatif yang tepat dan jelas ketika terjadi kasus kebakaran hutan
5. Supervisi : pemantauan dan pengawasan kepada pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan hutan. Pemantauan adalah kegiatan untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya perusakan lingkungan, sedangkan pengawasan adalah tindak lanjut dari hasil analisis pemantauan. Jadi, pemantauan berkaitan langsung dengan penyediaan data,kemudian pengawasan merupakan respon dari hasil olah data tersebut. Pemantauan, menurut kementerian lingkungan hidup, dibagi menjadi empat, yaitu :
o Pemantauan terbuka : Pemantauan dengan cara mengamati langsung objek yang diamati. Contoh : patroli hutan
o Pemantauan tertutup (intelejen) :
Pemantauan yang dilakukan dengan cara penyelidikan yang hanya diketahui oleh aparat tertentu.
o Pemantauan pasif : Pemantauan yang dilakukan berdasarkan dokumen, laporan, dan keterangan dari data-data sekunder, termasuk laporan pemantauan tertutup.
o Pemantauan aktif
Pemantauan dengan cara memeriksa langsung dan menghimpun data di lapangan secara primer. Contohnya : melakukan survei ke daerah-daerah rawan kebakaran hutan. Sedangkan, pengawasan dapat dilihat melalui 2 pendekatan, yaitu :
o Preventif : kegiatan pengawasan untuk pencegahan sebelum terjadinya perusakan lingkungan (pembakaran hutan). Contohnya : pengawasan untuk menentukan status ketika akan terjadi kebakaran hutan
o Represif : kegiatan pengawasan yang bertujuan untuk menanggulangi perusakan yang sedang terjadi atau telah terjadi serta akibat-akibatnya sesudah terjadinya kerusakan lingkungan.
Untuk mendukung keberhasilan, upaya pencegahan yang sudah dikemukakan diatas, diperlukan berbagai pengembangan fasilitas pendukung yang meliputi :
1. Pengembangan dan sosialisasi hasil pemetaan kawasan rawan kebakaran hutan
Hasil pemetaan sebisa mungkin dibuat sampai sedetail mungkin dan disebarkan pada berbagai instansi terkait sehingga bisa digunakan sebagai pedoman kegiatan institusi yang berkepentingan di setiap unit kawasan atau daerah.
2. Pengembangan organisasi penyelenggara Pencegahan Kebakaran Hutan
Pencegahan Kebakaran Hutan perlu dilakukan secara terpadu antar sektor, tingkatan dan daerah. Peran serta masyarakat menjadi kunci dari keberhasilan upaya pencegahan ini. Sementara itu, aparatur pemerintah, militer dan kepolisian, serta kalangan swasta perlu menyediakan fasilitas yang memadai untuk memungkinkan terselenggaranya Pencegahan Kebakaran Hutan secara efisien dan efektif.
3. Pengembangan sistem komunikasi
Sistem komunikasi perlu dikembangkan seoptimal mungkin sehingga koordinasi antar tingkatan (daerah sampai pusat) maupun antar daerah bisa berjalan cepat. Hal ini akan mendukung kelancaran early warning system, transfer data, dan sosialisasi kebijakan yangberkaitan dengan kebakaran hutan.

Cara mencegah Pemanasan Global

a.       Tanam Pohon

Satu pohon berukuran agak besar dapat menyerap 6 kg CO2 per tahunnya. Dalam seluruh masa hidupnya, satu batang pohon dapat menyerap 1 ton CO2. United Nations Environment Programme (UNEP) melaporkan bahwa pembabatan hutan menyumbang 20% emisi gas rumah kaca. Seperti kita ketahui, pohon menyerap karbon yang ada dalam atmosfer. Bila mereka ditebang atau dibakar, karbon yang pernah mereka serap sebagian besar justru akan dilepaskan kembali ke atmosfer. Maka, pikir seribu kali sebelum menebang pohon di sekitar Anda. Pembabatan hutan juga berkaitan dengan peternakan. Tahukah Anda area hutan hujan seukuran 1 lapangan sepak bola setiap menitnya ditebang untuk lahan merumput ternak? Bila Anda berubah menjadi seorang vegetarian, Anda dapat menyelamatkan 1 ha pohon per tahunnya.

b.      Bepergian yang Ramah Lingkungan

Cobalah untuk berjalan kaki, menggunakan telekonferensi untuk rapat, atau pergi bersama-sama dalam satu mobil. Bila memungkinkan, gunakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar alternatif. Setiap 1 liter bahan bakar fosil yang dibakar dalam mesin mobil menyumbang 2,5 kg CO2. Bila jaraknya dekat dan tidak terburu waktu, anda bisa memilih kereta api daripada pesawat. Menurut IPCC, bepergian dengan pesawat menyumbang 3-5% gas rumah kaca.

c.       Kurangi Belanja

Industri menyumbang 20% gas emisi rumah kaca dunia dan kebanyakan berasal dari penggunaan bahan bakar fosil. Jenis industri yang membutuhkan banyak bahan bakar fosil sebagai contohnya besi, baja, bahan-bahan kimia, pupuk, semen, gelas, keramik, dan kertas. Oleh karena itu, jangan cepat membuang barang, lalu membeli yang baru. Setiap proses produksi barang menyumbang CO2.

d.      Beli Makanan Organik

Tanah organik menangkap dan menyimpan CO2 lebih besar dari pertanian konvensional. The Soil Association menambahkan bahwa produksi secara organik dapat mengurangi 26% CO2 yang disumbang oleh pertanian.

e.       Gunakan Lampu Hemat Energi

Bila Anda mengganti 1 lampu di rumah Anda dengan lampu hemat energi, Anda dapat menghemat 400 kg CO2 dan lampu hemat energi 10 kali lebih tahan lama daripada lampu pijar biasa.

f.       Gunakan Kipas Angin

AC yang menggunakan daya 1.000 Watt menyumbang 650 gr CO2 per jamnya. Karena itu, mungkin Anda bisa mencoba menggunakan kipas angin.

g.       Jemur Pakaian Anda di bawah Sinar Matahari

Bila Anda menggunakan alat pengering, Anda mengeluarkan 3 kg CO2. Menjemur pakaian secara alami jauh lebih baik: pakaian Anda lebih awet dan energi yang dipakai tidak menyebabkan polusi udara.

h.      Daur Ulang Sampah Organik

Tempat Pembuangan Sampah (TPA) menyumbang 3% emisi gas rumah kaca melalui metana yang dilepaskan saat proses pembusukan sampah. Dengan membuat pupuk kompos dari sampah organik (misal dari sisa makanan, kertas, daun-daunan) untuk kebun Anda, Anda bisa membantu mengurangi masalah ini!

i.        Pisahkan Sampah Kertas, Plastik, dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang

Mendaur ulang aluminium dapat menghemat 90% energi yang dibutuhkan untuk memproduksi kaleng aluminium yang baru – menghemat 9 kg CO2 per kilogram aluminium! Untuk 1 kg plastik yang didaur ulang, Anda menghemat 1,5 kg CO2, untuk 1 kg kertas yang didaur ulang, Anda menghemat 900 kg CO2.























BAB III

PENUTUP DAN KESIMPULAN

1.      PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya.  Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
2.       KESIMPULAN

Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia. Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya.Penangguangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka pmanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini.

3.       SARAN

Kehidupan ini berawal dari kehidupan di bumi jauh sebelum makhluk hidup ada. Maka dari itu untuk menjaga dan melestarikan bumi ini harus beberapa dekade kah kita memikirkannya. Sampai pada satu sisi dimana bumi ini telah tua dan memohon agar kita menjaga serta melstarikannya. Marilah kita bergotong royang untuk menyelematkan bumi yang telah memberikan kita kehidupan yang sempurna ini. Stop global warming.